Wednesday, April 8, 2015

POWER NAP


Dulu, dulu banget pas waktu masih zaman SMP, seingat saya sih jarang dan hampir gak pernah yang namanya tidur siang, bukan karena terlalu sibuk dengan aktivitas sekolah ataupun dilluar juga, tapi kadang karena ada kerjaan dirumah, bantu2 orang tua dan lain sebagainya, berhubung dulu itu punya adek + 2 ponakan yang masih kecil, jadi bisa di bayangkan betapa rempongnya dirumah setelah pulang sekolah sampe sore sebelum dijemput orangtuanya pulang kerja. Saya gak pernah sempat tidur siang, kalupun iya tidur siang itu gara2 sakit efek obat yang bikin ngantuk atau gara2 kecapean yang super cape.Selain alesan itu mungkin tidur siang bisa dikatakan sebagai pemalas oleh sebagian orang. Yah mungkin juga saya dan orang tua saya.  

Begitupun dengan zaman SMA, saya masih jarang dan hampir gak pernah tidur siang kecuali ada alasan2 tertentu yang seperti disebutkan sebelumnya. Apalagi SMA berada di bawah naungan yayasan pondok pesantren, tepatnya di daerah ciamis, yang pada umumnya, rutinitas yang menjadi santri di mulai dari sekitar jam 03. 00 pagi dan berakhir sekitar jam 10.00 malam. Banyaknya santri, minimnya fasilitas dan segudang kegiatan yang memang diharuskan menjadi kombinasi yang mengesankan. Setiap santri diharuskan menjadi mandiri, manja dan malas sedikit saja dipastikan tidak dapat jatah makan sesuai harapan, sabar ngantri mandi sampai air habis tidak ada sisa lagi, dan sederetan yang menjadi ta’jiran atau hukuman dari para pengurus pesantren, hohoho lucu, menyedihkan, menyebalkan dan tak bisa dilupakan. 

Friday, February 6, 2015

EARLY MORNING PERSON


“Ugah,,,Subuh, Damel enjing apa siang “ suara khas dalam bahasa sunda yang sering terdengar kalo kalo saya belum bangun sampe jam 04.30 pagi, suara dari wanita yang usianya mulai menua tepat balik pintu kamar yang terkunci, diiringi dengan ketukan jeda yang tak menentu, aakhhh ibu selalu menjadi alarm penolong kalo kalo alarm HP yang berbunyi sampe mati terabaikan. 

Pagi adalah kemurahan hati tuhan, pagi adalah menjelang hari yang baru, setelah gelap malam berganti cahaya pagi yang terang, saat fajar mekar dengan mentari, saat pohon dan bunga warna warni tebungkus kabut dan meneteskan embun pagi.